Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

SAKRAMEN BAPTIS ANAK

Pelayanan Sakramen Baptis Anak GKI Pengampon  – Cirebon  dilaksanakan pada hari ini Minggu, 20 Juli 2014 dalam Kebaktian Umum 2 Pkl. 09.30 WIB.

Dilayani oleh Pdt. Ny. Sakriso Ladiana Saragih.

Adapun nama-nama anak yang akan menerima baptisan sebagai berikut :

 

WARTA JEMAAT 20 JULI 2014

Untuk warta versi online dapat di lihat/ di unduh di sini | download

BERKARYA DI SEGALA USIA

Yohanes 15 : 8, Titus 3 :14

Mendengar kata “tua” yang pertama terlintas dalam benak kita adalah fisik yang semakin lemah dan kondisi yang kurang memungkinkan lagi untuk seseorang bisa berkarya seperti ketika usia mereka masih termasuk usia produktif. Dalam dunia pelayanan, kita sering menemukan orang-orang yang berdalih untuk tidak lagi terlibat di dalam pelayanan dengan alasan, “Saya kan sudah tua, biar yang muda-muda saja.” Sepertinya , usia yang semakin bertambah seolah menghalangi bahkan “mematikan” semangat dan kemampuan seseorang untuk berkarya.

Seruan Bersama PGI-KWI Kepada Umat Kristiani untuk Tenang Menanti Pengumuman Hasil Definitif Pilpres 2014 dari KPU

PGI – Jakarta. Pemilu Presiden telah kita lewati bersama dengan suasana damai dan kondusif. Rakyat Indonesia sudah menentukan pilihan terhadap salah satu dari dua pasangan calon yang ada, Prabowo Subianto – Hatta Rajasa atau Joko Widodo – Jusuf Kalla. Partisipasi rakyat dalam Pemilu Presiden tersebut sangat kami hargai.

Doakan Warga Palestina

Kepada rekan-rekan yang  berkhotbah Minggu ini,

mohon warga Palestina dimasukkan dalam topik doa syafaat…

Terima kasih,

Salam,

BPMS GKI

Warta Online

Bagi Jemaat yang pada hari Minggu tidak mendapatka Warta Jemaat , dapat membaca atau mengunduh Warta Jemaat secara online melalui http://gkipengampon.org/download/ .

Strategi Perang Orang Jawa

Kehidupan tak selalu berjalan mulus! Kadang walaupun kita sudah berbuat baik tetapi tetap saja ada orang-orang yang membenci bahkan melawan kita. Menghadapi hal yang mungkin saja terjadi pada kita tersebut maka dibutuhkan yang namanya strategi (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai seni atau ilmu menggunakan semua sember daya untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang dan damai).

Terobosan Iman: Meraih Janji Tuhan

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 11:1

Sebagai umat Kristen kita diminta untuk dapat melihat segala sesuatu dengan “kacamata” Allah. Dengan melihat segalanya dari sudut pandang Tuhan, maka kita dapat mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidup kita. Tidak ada segala sesuatu yang terjadi tanpa seijin Tuhan. Dan tidak ada sesuatu terjadi hanya kebetulan saja. Tuhan selalu punya rencana dalam setiap hal yang kita alami. Dan Dia selalu menyediakan yang terbaik bagi hidup kita.
Tetapi tidak demikian yang terjadi dalam banyak kehidupan umat Kristen. Banyak yang selalu protes akan apa yang sedang mereka alami. Timbul berbagai pertanyaan mengapa hal ini terjadi, mengapa hal itu terjadi, mengapa Tuhan ijinkan semuanya dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul ketika segalanya tidak berjalan seperti yang kita harapkan.

Dalam keadaan seperti ini kita seakan hanya dapat melihat ada tembok besar yang menghalangi langkah hidup kita. Tidak ada jalan keluar lagi dan segalanya sudah menjadi berantakan. Kita tidak mengerti bahwa sebenarnya ada berkat yang Tuhan sediakan di balik tembok tersebut. Kita harus mengalami terobosan agar dapat meraih berkat yang telah tersedia.

Lalu bagaimana kita dapat mengalami terobosan dan melihat bahwa Tuhan telah menyediakan yang terbaik bagi hidup kita?

MENJADI PENJALA MANUSIA

Matius 4 : 12-25

Jika seseorang mengajak saudara dan orang itu tidak saudara kenal, saya yakin pasti saudara tidak mau mengikuti ajakan orang tersebut.

Ketika Yesus mengajak Simon dan Andreas untuk mengikutiNya, Yohanes 1 :35 mencatat bahwa mereka telah mengetahui siapa Yesus, karena mereka telah ikut dalam kelompok orang-orang yang bertobat karena pelayanan Yohanes Pembaptis. Yang menarik, Petrus dan Andreas bukanlah orang-orang yang menonjol, mereka bukan orang Farisi, Imam ataupun berstatus sosial tinggi. Mereka adalah nelayan biasa, pekerja kasar yang tidak terpelajar (Kis P. Rasul 4:13). Dan kebanyakan dibesarkan dalam lingkungan yang miskin di daerah Galilea. Jika melihat latar belakang mereka, kita tidak akan mengira bahwa kelak mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin gereja yang hebat dan berpengaruh yang memberitakan Injil ke seluruh dunia.